Kesehatan

40 Persen Kanker disebabkan Gaya Hidup

0

Lebih dari 40 persen semua jenis kanker disebabkan karena pilihan gaya hidup. Berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris, hampir setengah penderita yang terdiagnosa kanker disebabkan oleh pemilihan gaya hidup.
Obesitas, merokok, makanan dan alkohol, masing-masing dapat menjadi penyebab timbulnya tipe kanker. Namun, rokok menjadi pemicu utama terjadinya kanker. Merokok menyebabkan 23 persen kanker pada pria dan 15,6 persen pada wanita.

(more…)

Tangkis Penyakit di Musim Hujan

0

Musim penghujan sudah datang. Tak hanya bahaya banjir yang menghantui, tetapi juga masalah kesehatan.

Waspadai ancaman penyakit akibat pergantian musim yang tak bisa dicegah. Flu, diare dan DBD selalu menjadi penyakit langganan saat musim hujan tiba.

Menurut dr. Emilia E Achmadi, menaikkan sistem imun menjadi cara terbaik untuk menangkis berbagai penyakit.

“Konsumsi makanan yang kaya vitamin dan protein. Kedua nutrisi ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” jelas spesialis nutrisi ini (20/11).

Menurut dr. Emilia, vitamin C alami dari buah dan sayur adalah yang terbaik. Sayangnya, banyak orang hanya terpaku pada jeruk. Faktanya, brokoli memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dari jeruk.

“Hindari konsumsi vitamin C sintesis, seperti suplemen. Suplemen vitamin C yang banyak dijual di pasaran hanya memberikan stimulasi atau perasaan segar sesaat,” himbaunya.

Selain vitamin, tubuh juga memerlukan protein baik hewani maupun nabati. Biji-bijian seperti kacang merah dan kacang hijau menjadi sumber terbaik.

“Meskipun begitu, semuanya harus seimbang dan bervariasi. Memfokuskan pada protein nabati malah memicu asam urat. Atau kebanyakan protein hewani malah kolesterol. Jadi jangan hanya terfokus pada satu makanan saja,” jelasnya.

sumber :www.ghiboo.com

Hati-hati! Diabetes Mellitus Juga Terjadi Pada Bayi dan Anak-anak

0

Diabetes mellitus saat ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Bayi dan anak-anak juga menderita diabetes mellitus.

Data Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak Mei 2009 hingga Februari 2011 menunjukkan 590 anak dan remaja berusia di bawah 20 tahun yang menyandang diabetes tipe 1 di seluruh Indonesia. (more…)

Cegah Kanker Prostat dengan Tomat dan Kedelai

0

Kelenjar prostat merupakan organ yang ditemukan pada pria, ini berarti bahwa hanya pria yang dapat mengalami kanker prostat.

Di Amerika, kanker prostat merupakan penyebab kematian kedua setelah kanker paru-paru. Diperkirakan lebih dari 29.000 orang meninggal tiap tahun akibat keganasan penyakit ini. Tidak hanya di Amerika, kanker prostat juga berpotensi menyerang pria di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Faktor Penyebab Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan penyakit yang dipicu oleh banyak faktor, seperti faktor genetis, hormon, pola makan, gaya hidup tidak sehat. Penelitian mengungkap bahwa pria Amerika-Afrika berisiko 1-2 kali lebih besar terkena kanker prostat ketimbang orang kulit putih.

Sedangkan pria dengan riwayat kanker prostat dalam keluarganya berisiko 2-3 kali lebih besar. Ditambah lagi dengan gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi makanan berlemak tinggi, merokok, ataupun jarang berolahraga yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Waspada Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat cukup sulit dideteksi. Biasanya baru terdeteksi setelah kanker menyebar ke luar prostat. Gejala-gejala yang muncul tidak sama pada setiap orang, tergantung dari seberapa berat kanker yang diderita. Berikut beberapa gejala kanker prostat yang perlu Anda waspadai.

  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Sulit membuang dan menghentikan aliran urine
  • Nyeri saat buang air kecil / ejakulasi
  • Perasaan tidak lampias saat buang air kecil
  • Ada darah pada urine atau sperma
  • Disfungsi ereksi

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda pernah mengalami gejala-gejala di atas.

Cegah Kanker Prostat dengan Tomat dan Kedelai

Baru-baru ini tim peneliti dari University of Illinois menemukan terobosan baru dalam pencegahan kanker prostat, yakni dengan menggunakan tomat dan kedelai. Sebagai bahan uji coba, peneliti menggunakan tikus dengan gen yang telah direkayasa untuk mengembangkan bentuk agresif dari kanker prostat.

Tikus yang digunakan dalam penelitian ini berumur 4-18 minggu dan dikelompokkan menjadi empat bagian. Kelompok pertama diberi makanan bubuk tomat, kelompok pertama diberi makan kedelai, kelompok ketiga diberi kombinasi bubuk tomat dan kedelai, sedangkan kelompok terakhir tidak diberi tomat ataupun kedelai.

Dari riset ini peneliti menemukan bahwa kelompok tikus yang mengonsumsi kombinasi tomat dan kedelai diketahui hanya 45 persen yang mengembangkan kanker prostat. Sedangkan tikus yang makan tomat sebesar 61 persen dan tikus yang makan kedelai saja sebesar 66 persen.

Ini menunjukkan bahwa baik tomat maupun kedelai memiliki manfaat yang besar dalam menurunkan risiko kanker prostat. Namun hasil yang signifikan akan terlihat jika kedua makanan tersebut dikombinasikan dalam satu hidangan.

John Erdman selaku pimpinan penelitian menyatakan bahwa di negara-negara di mana kedelai dimakan secara teratur, kanker prostat terjadi pada tingkat yang lebih rendah. Itulah sebabnya pria Asia berisiko lebih kecil terkena kanker prostat daripada masyarakat Eropa, seperti dilansir Zeenews.

Tubuh Anda Wajib Langsing

0

Data di Centenarian Study di New England memperlihatkan bahwa mereka yang mencapai usia 100 tahun, umumnya bertubuh ramping.

“Hanya sedikit mereka yang berumur panjang mengalami obesitas,” kata Thomas Perls,M.D., sang peneliti yang juga pakar pengobatan di Boston University, AS.

Ingat, efek kelebihan bobot bisa memicu munculnya penyakit jantung, diabetes dan kanker.

Dalam sebuah studi di Journal of the American Dietetic Association, AS, kelebihan bobot juga bisa menurunkan kekebalan tubuh, akibatnya Anda mudah terserang penyakit.

Yuk, dongkrak manfaatnya! Lebih baik bila Anda yang masih kelebihan bobot segera merampingkan tubuh. Ayo sekarang saatnya!

Dalam sebuah studi terhadap 1.400 responden yang diterbitkan Archives of Neurology mengungkap: kelebihan bobot di usia paruh baya akan mempertinggi risiko terkena dementia dan alzheimer.

Untuk mengurangi bobot 2 kg dalam seminggu, maka kurangi 500 kalori per hari (Anda bisa meraihnya dengan menghindari makan gorengan, makanan berlemak dan mengasup terlalu banyak makanan manis.) Atau dengan kombinasi, turunkan makan 200 kalori dan bakar dengan latihan sebanyak 300 kalori (misalnya dengan berjalan kaki, berlari).

Ayo melangsing, supaya jadi lebih sehat dan awet muda ya!

sumber : www.ghiboo.com

Upaya Mengurangi Risiko Kanker Payudara

0

Kasus kanker payudara di Amerika Serikat tertinggi di dunia, mencapai 112,6 per 100.000 orang. Di Inggris, kanker payudara adalah jenis penyakit paling umum menyerang wanita. Setiap tahun sekitar 47.000 perempuan Inggris didiagnosis dengan penyakit ini dan sekitar 341 orang laki-laki juga.

(more…)

Incoming search terms:

Minuman Soda Picu Stroke

0

Penelitian terbaru menunjukkan minuman bersoda memicu risiko stroke. Mengonsumsi minuman bersoda secara rutin memberikan reaksi berantai pada tubuh yang dapat menimbulkan banyak penyakit, termasuk ancaman stroke.

Para peneliti dari Institute for Health clinic dan Harvard University Cleveland menganalisis 43.371 pria yang mengonsumsi soda yang berpartisipasi pada studi lanjutan kesehatan profesional pada tahun 1986-2008. Sebanyak 84.045 perempuan juga diperiksa dalam program studi kesehatan perawat pada 1980-2008. Pada waktu itu, 2.938 perempuan dan 1.416 pria mengalami serangan stroke.

Pada minuman bersoda yang mendapat pemanis tambahan, kandungan gula dapat meningkatkan secara drastis kadar glukosa dalam darah dan insulin. Reaksi ini berakibat tubuh tidak dapat menoleransikan glukosa, resistensi insulin dan peradangan. Semuanya menjadi faktor risiko stroke iskemik.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa pria dan perempuan yang mengonsumsi lebih dari satu porsi soda berpemanis gula setiap hari memiliki tekanan darah dan kolesterol dalam darah yang lebih tinggi, serta rendahnya melakukan aktivitas fisik.

Orang yang sering meminum soda cenderung mengonsumsi daging merah dan produk susu. Pria dan perempuan yang mengonsumsi soda kalori rendah memiliki kemungkinan penyakit kronis dan Body Mass Index (BMI) yang lebih tinggi. Penyelidikan ini untuk memantau asosiasi konsumsi soda pada serangan stroke.

Menurut Medicmagic (27/4), Penelitian ini mengingatkan pentingnya mencari minuman pengganti soda. Air putih bisa menjadi pilihan.

sumber : www.ghiboo.com

Incoming search terms:

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

0

Para pakar Inggris menyatakan, polusi udara yang disebabkan asap dari kendaraan dapat memicu serangan jantung. Risiko serangan jantung muncul sekitar enam jam paska Anda menghirup asap kendaraan.

Direktur Asosiasi Medis Prof Jeremy Pearson, dari British Heart Foundation kepada BBC mengatakan, studi tersebut menunjukkan secara meyakinkan bahwa, risiko manusia terkena serangan jantung saat menghirup asap knalpot kendaraan akan lebih besar.

“Kita tahu polusi udara dapat memiliki efek besar pada kesehatan jantung Anda, karena kemungkinan besar bisa menyebabkan darah Anda membeku dan risikonya sangat tinggi mendapatkan serangan jantung,” kata Pearson.

Pearson menyarankan, bagi yang telah didiagnosa memiliki penyakit jantung, hindari wilayah yang kemungkinan besar tingkat polusinya sangat tinggi, seperti di jalan raya.

Penelitian ini melihat catatan medis dari hampir 80.000 pasien serangan jantung di Inggris dan Wales. Peneliti juga  merencanakan untuk meneliti tingkat polusi udara setiap jamnya ( seperti PM10, ozon, CO, NO2, dan SO2) terhadap timbulnya gejala serangan jantung.

Krishnan Bhaskaran dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine, yang memimpin penelitian mengatakan, temuan menunjukkan bahwa polusi bukan faktor utama serangan jantung.

“Namun temuan tidak boleh mengurangi kenyataan bahwa, paparan kronis polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Bhaskaran.

sumber : www.ghiboo.com

Incoming search terms:

Dehidrasi Bisa Merusak Jantung

0

Air merupakan hal penting dalam tubuh. Itulah mengapa kekurangan cairan memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah jantung.

Menurut ahli nutrisi, Dr. Luciana B Sutanto, MS, SpGK, kekurangan air bisa mempengaruhi stabilitas jantung terutama pada orang dengan masalah jantung.

“Survei menunjukkan bahwa sekitar 46 persen orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan kronis. Karena tubuh kita 70 persen-nya adalah air, maka kondisi ini sedikit demi sedikit membuat organ tubuh rusak,” tambah dr. Luciana dalam acara Air Bisa Cegah Dehidrasi di Grand Sahid Jakarta (28/2).

Penelitian dalam American Journal of Epidemiology juga telah membuktikan bahwa orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas sehari mampu menurunkan risiko meninggal dunia akibat serangan jantung hingga 41 persen.

“Kekurangan cairan membuat darah lebih kental. Darah yang mengental dapat memberatkan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Inilah yang memicu terjadinya serangan jantung,” papar dr. Luciana.

sumber : www.ghiboo.com

Incoming search terms:

Ibu Menyusui Kurangi Risiko Kanker

0

Menjadi seorang ibu memang sebuah tugas mulia dan Tuhan membalasnya dengan kesehatan yang tiada tara.

Penelitian terbaru dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa menyusui bayi dengan ASI terbukti mengurangi risiko wanita terkena kanker ovarium hingga 91 persen.

Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang rentan menyerang wanita, selain kanker payudara dan kulit.

Dalam uji coba oleh peneliti di Curtin University di Australia menemukan bahwa ibu yang memberi ASI lebih dari 13 bulan mampu memotong risiko hingga 63 persen terkena kanker ovarium. Bahkan, para ibu yang tetap menyusui ASI ekslusif selama lebih dari 31 bulan hingga anak ketiga mampu mengurangi risiko sebanyak 91 persen.

Menyusi dianggap membantu mencegah terjadinya kanker ovarium karena dapat menunda ovulasi. Para peneliti percaya, semakin sering terjadi ovulasi, maka semakin besar risiko mutasi sel yang memicu timbulnya penyakit.

sumber : www.ghiboo.com

Incoming search terms:

Go to Top